Bicara tentang fashion wanita memang gak ada habisnya. Bulan
lalu model A, bulan ini model B, bulan depan model C dan seterusnya bahkan gak
jarang sudah keluar prediksi fashion yang bakalan booming seiring tahun
berganti.
Saya termasuk yang gak terlalu memperhatikan fashion. Bagi
saya, fashion yang cocok atau bagus di orang lain, belum tentu cocok di saya,
karenanya saya harus lihat model fashionnya supaya gak menyesal ketika membeli
pakaian. Saya pribadi termasuk orang yang simple untuk urusan pakaian, justru
gak suka kalau yang model pakaiannya aneh, glowing, atau terlalu banyak aksen.
Saya lebih suka memainkan padu padan warna dengan pakaian yang sudah ada, atau
memutuskan beli pakaian dari warna yang belum saya punya. Alasan banget biar
bajunya banyak. Hahaha.
Terlebih sekarang ini kalau ada event biasanya memakai DC
alias Dress Code warna tertentu, supaya saya gak kebingungan jadilah saya
pelan-pelan kalau lagi ada rezeki beli pakaian dengan warna yang belum ada di
lemari.
Fashion kesukaan saya sebenarnya sejak zaman muda itu adalah
bahan kaos, kemudian dipadu dengan rok dan jilbab atau bergo kaos. Entah kenapa
saya nyaman sekali dengan model pakaian itu sejak duduk di bangku SMA sampai
kuliah, kecuali saat KBM di kampus saya gak berani pakai kaos, kalau gak diusir
dosen deh. Nah, mungkin karena aktivtas saya yang padat dan mobile itu,
sehingga memakai baju berbahan kaos bikin adem dan gak gerah.
Apakah saya gak suka pakai gamis? Gamis, saya pakai kalau mau ngaji
atau beli hanya saat lebaran. Image yang ada di benak saya saat itu adalah
pakai gamis ya buat ngaji atau suasana sakral seperti momen lebaran aja. Diluar
kondisi itu, kayanya pakai gamis kok macam emak-emak, kelihatan tuwir. Makanya,
saat masih single saya cuma punya gamis 2 buah, itu pun jarang banget dipakai.
Namun, setelah menikah terlebih memiliki anak, ternyata
memakai pakaian atas bawah agak ribet. Kenapa? Karena saat rapih-rapih jelas
makan waktu, sedangkan anak udah manggil-manggil dan pak suami juga terus
ngelirik, tanda saya harus cepet-cepet untuk urusan dandan.
Akhirnya, saya memutuskan untuk terbiasa memakai gamis alias
baju dengan model terusan, selain lebih hemat waktu karena tinggal sluuup,
sekarang model gamis udah macam-macam dengan corak yang beragam dan saya
perhatikan menyesuaikan dengan karakter si pemakainya. Mulai dari paduan warna,
motif, sampai bahan yang digunakan.
Memberanikan diri dan berusaha pe-de pakai gamis, lama-lama
saya jadi betah dan malah nyaman banget kemana-mana pakai gamis, termasuk
mengajar meskipun sesekali, karena untuk jadwal pakaian mengajar di sekolah
sudah diatur oleh pimpinan. Kalau acara nonformal, saya gak sungkan pakai
gamis, termasuk ke event-event blogger seringan pakai gamis.
Pakai gamis saat menghadiri event blogger di bilangan Jakarta Timur. |
Memakai gamis juga harus pakai strategi, terlebih kalau kita
punya anak-anak yang masih aktif lari-lari sana-sini. Sebab, kalau asal beli
gamis tanpa memperhatikan hal-hal, misalnya model, motif/corak, terlebih lagi
bahan, bukan bikin nyaman malah sebaliknya alhasil aktivitas seharian bisa
bikin gak maksimal karena badan gak nyaman pakai gamis yang gak tepat, atau
bisa dilihatin orang sekampung karena motif yang aneh atau bikin mata sakit pas
dilihat.
HAHAHA
So, apa aja sih yang harus diperhatikan saat memilih gamis?
BAHAN
Untuk bahan, pilihlah gamis dengan bahan yang adem saat
dipakai. Cara untuk menandai bahan gamis yang kita mau beli bisa dengan saat
memegangnya pertama kali. Sejauh pengetahuan saya tentang dunia perbahanan,
bahan gamis yang adem itu diantaranya rayon, kasiana, katun jepang, katun
toyobo. Bahan-bahan tersebut setelah saya coba pakai sendiri ademnya nyesss,
jadi nyaman banget. Selanjutnya, ada polikatun, katun lokal, katun supernova,
baloteli, wollycrepe, wolvis, dimana tingkat ke-adem-annya setelah bahan yang
saya sebutkan sebelum ini. Jadi, saat memakainya saya sarankan memakai baju
dalam.
Mengapa bahan menjadi poin pertama?
Sebab, menjadi ibu dengan anak balita atau batita itu
membuat kita harus mengikuti ritme gerak anak-anak kita. Otomatis, keringat
akan lebih mudah keluar dan bahan pakaian yang adem justru akan membantu
penyerapan keringat, sehingga badan gak gerah karena keringat yang keluar gak
ketahan di dalam.
MODEL KANCING/RITZ DEPAN (BUSUI FRIENDLY)
Penting banget memilih gamis yang busui friendly. WHY? Ya
jelas dong, masa anak masih ASI trus emaknya pakai baju tanpa ada akses
menyusui. Bisa-bisa anak keburu nangis kejer! Dan gak mungkin juga gamis yang
notabene adalah baju panjang lalu kita susah payah narik dari bawah ke atas
buat ngasih ASI ke anak. Hihihi, inget aurat ya!
MOTIF/CORAK
Kalau motif atau corak, kembali ke selera masing-masing. Ada
wanita yang sukanya polosan, ada yang sukanya motif. Kalau saya, suka
dua-duanya. Saya pribadi, kalau pakai gamis motif untuk kerudung saya pilih polos,
dan sebaliknya. Tapi biasanya, kalau polosan saya lebih sering kerudungnya
polos, jadi keseluruhan tanpa motif, tinggal memainkan paduan warna aja.
Yang penting untuk pemilihan motif ini jangan sampai bikin
orang lain sakit mata pas ketemu kita. Misalnya, Kamu udah pakai gamis yang
motifnya bunga-bunga besar pula, lalu dipadu jilbab yang juga bermotif. Jujur
aja, ini kurang bagus loh, menurut saya meskipun saya bukan ahli di bidang
fashion. Coba aja bayangin, apa gak pusing dari ujung kepala sampai kaki motif
semua. Hihihi
ADA SAKU/KANTONG
Saku ini penting banget kalau kamu wanita yang sudah punya
anak. Saku sebagai tempat paling gampag buat naruh apapun, baik itu uang, HP,
sampai perintilan anak seperti botol susu, mainan, dll. Asal ukurannya sesuai.
Untuk kantong, bebas juga sebenarnya. Tapi, hemat saya lebih baik dan menolong
banget kalau ada kantong di salah satu bagian atau kedua sisi gamis.
Nah, kira-kira keempat hal itulah yang penting dijadikan poin penting dalam memilih gamis yang kita pakai, terlebih bagi wanita yang memiliki mobilitas cukup tinggi.
GAMIS SEPLY BY ETHICA, GAMIS NYAMAN BUAT KAMU YANG ENERGIC
Makin ke sini, berbagai brand fashion berlomba-lomba
memproduksi pakaian terbaiknya seperti yang kita saksikan saat ini, beragam
pilihan pakaian dengan bahan dan model yang mkin beagam. Salah satunya brand Ethica.
Ethica adalah adalah sebuah Brand pakaian yang didesain up to date berkarakter dengan
menggunakan kekuatan warna cerah dan variasi unik pada tiap desainnya. Berdiri
sejak 2007, Ethica telah memiliki ratusan channel distribusi yang tersebar di
berbagai wilayah di Indonesia. Gerai Ethica bisa pelanggan temukan di kota-kota
besar di Indonesia diantaranya Bandung, Cimahi, Garut, Malang, Palembang dan
Makassar.
Koleksi produk Ethica terdiri atas beragai koleksi untuk berbagai
macam kebutuhan, mulai dari dress, top,
shirt, bottoms, skirt, outer, inner, scarf, hijab, dll. Semua
koleksi-koleksi ethica didesain by Research & Development sehingga
produk-produk yang dihasilkan adalah produk-produk yang sedang tren dan
diminati pasar.
Selain menjual produk Ethica, ia juga menjual produk-produk Sister Brand Ethica-Group yaitu Seply,
Ohya, Kagumi, serta Kahfi. Ohya, Ethica juga telah meraih penghargaan Rising
Business Awards 2017. Lebih lanjut, pelanggan bisa langsung mengunjungi web
Ethica di www.ethica.id untuk melihat ragam
produknya.
Gamis Seply ini saya baru pertama kali memakai dan jujur saja
sangat nyaman dan gak bikin gerah, yang penting ya. Gamis dengan bahan kasiana
ini gak bikin pemakainya terlihat tuwir kok, malah pas pakai ini tuh rasanya
kaya anak kuliahan. Sebab, modelnya yang sedehana tapi dengan paduan coraknya
pas dan terlihat lebih fresh dan modis.
(Bukan) Tim qosidahan, tapi ini Blogger Depok City yang kompak memakai Gamis Seply. |
Selain bahannya juara, Gamis Seply juga support busui dengan
adanya akses menyusui yang model kancingnya di buat mengikuti alur pundak ke
bagian bawah dada. Jadi, terlihat variasi yang lebih hidup saat dipakai. Terdapat
saku/kantong di bagian dada dan sisi
kanan badan yang memudahkan kita meletakkan HP, jadi kalau ada dering telefon
lebih efisien gak bikin ribet mau angkat panggilan telefon.
Closser look tekstur bahan kasiana, mirip rayon tapi lebih tebal. |
Akses menyusui di bagian dada. |
kantong di bagian dada. |
Kantong di samping kanan. |
Yang saya suka, jahitan dan obrasan gamisnya rapih banget,
kokoh, gak ada sisa-sisa benang yang keluar. Malah disediakan kancing cadangan
yang diletakkan di bagian dalam, supaya kalau kancing yang sudah terpasang
hilang kita bisa menggunakan kancing cadangan tersebut untuk menggantinya.
Praktis banget, jadi gak pusing harus ke toko jahit mencari kancing dengan
model yang sama.
Jahitan rapih. |
Kancing cadangan ada di bagian dalam. |
BERAPA HARGANYA?
Harga Gamis Seply by Ethica ini ada di kisaran Rp 200.000 -
210.000, dimana dengan harga segitu menrut saya worth it banget karena kualitas
gamisnya yang bagus dan bikin nyaman saat dipakai.
Gimana, kamu sudah coba juga pakai Seply? Yang belum, yuk
pakai!
Aku juga sekarang pedenya pake gamis, ga pede pake celana malah. Kecuali yg longgar bgt.
BalasHapusKemarin diskon 50% di webnya. Pengen mampir langsung ke tokonya malah gak jadi karena hujan gede
BalasHapusAku sekarang lebih banyak pakai gamis untuk acara keluarga aja mba. Penasaran juga mencoba gamis Selpy karena kliatan sederhana tapi nyaman banget
BalasHapusKeliatannya adem ya mbak.. Bukaan menyusuinya enak pula ya itu.. Bisa ah nanti coba, tfs mbak 😉
BalasHapuslangsung searching ini mba..modelny kayaknya ga mak mak banget ya😍😍😍
BalasHapusWaaah..bu guru Amel makin canciiik pakai gamis Seply by Ethica 😀 bahannya adem, motif dan warnanya kalem jadi yang pakainya merasa nyaman dan percaya diri yach. Eh..ada kancing cadangannya juga loh.
BalasHapusKoleksi ethica lengkap ya mba, jadi penasaran
BalasHapusAku gak punya gamiiisss ahahaha.. Eh, pernah punya tapi akhirnya aku lungsurin karna gak pernah dipake Mel.. Tapi jadi pingin lagi pake gamis sesekali. Emang praktis ya Mel, langsung slup, gak usah mikirin atasan bawahan. Tinggal pasin sama hijabnya aja.. :D
BalasHapusHahaha.. sama deh kita. Dulu juga bayangannya pakai gamis tuh ibu-ibu banget dan mau pengajian. Soalnya gamis dulu kan ga ada cutting nya.. lurus aja kayak daster.
BalasHapusSekarang mah sudah bagus2 ya. Dan paduan motif tau warnanya soft ga ngejreng. Tapi.. kalau beli jadi pasti deh ga ada ukuran ade.. hiks
Dulu waktu kuliah aku malah seringan pake gamis lho Amel, karena tinggal slep langsung siap berangkat. wkwkwkwk. Bahkan naik gunung dan ke pulau pun pake gamis. Hahaha.
BalasHapusIni gamisnya Ethica kece aneet sih, cuma aku nggak yakin muat sama badan aku deh. Huhuhu
Eh kalau dress itu termasuk gamis juga apa nggak ya? Soalnya aku sekarang sering pakai dress kalau ngajar.
klo saya biasa milih baju dari model trus bahan terakhir harga,klo cocok dan pas langsung beli deh
BalasHapusBisa buat menyusui juga,bisa nih aku pake pas lebaran nanti. Harganya juga terjangkau pula 200 ribuan.
BalasHapusGamis emang paling enak dipake untuk saya saat ini, mau ke event, kantor, mall, traveling sekarang pake gamisss teruss. Btw Ethica murah juga ya tapi sayang gerainya nggak ada di Depok
BalasHapusaku gafok sama foto pertama, kirain hamil mba, wkwk *peace mba
BalasHapusbtw, aku pun hampir sama sih kalau milih gamis lebih kr bahan sama corak dan harga, emak2 banget ya? 😁
Nyaris gak pernah pakai gamis huahahaha. Tp lihat gamis Seply jd tertarik krn warna dan modelnya yg simple namun elegan.
BalasHapusWah artikelnya keren, info yang bermanfaat buar para muslimah jika ingin mencari busana yang nyaman ya Mel 😍
BalasHapus